Ketika Daud habis berbicara dengan Saul, berpadulah jiwa Yonatan dengan jiwa Daud; dan Yonatan mengasihi dia seperti jiwanya sendiri. —1 Samuel 18:1
Apakah Anda memiliki seseorang yang dapat ditelepon pada tengah malam ketika Anda membutuhkan bantuan? Ray Pritchard, seorang pengajar Alkitab, menyebut orang-orang semacam ini sebagai “sahabat di pukul 2 pagi”. Jika Anda mengalami keadaan darurat, sahabat ini akan menanyakan dua hal tentang Anda: “Lagi di mana?” dan “Apa yang kau butuhkan?”
Sahabat-sahabat seperti itu sangatlah berharga di masa-masa sulit. Yonatan adalah tipe sahabat seperti itu bagi Daud. Ayah Yonatan, Raja Saul, begitu iri dengan popularitas Daud dan berkat Allah yang tercurah atas Daud sehingga dia berusaha membunuh Daud (1 Sam. 19:9-10). Daud melarikan diri dan meminta bantuan kepada sahabatnya (ps.20). Ketika Daud bersembunyi di padang, Yonatan makan malam bersama ayahnya dan dengan segera menyadari bahwa Saul sungguh-sungguh berniat membunuh Daud (1 Sam. 20:24-34).
Karena persahabatan mereka yang sangat erat, Yonatan “bersusah hati karena Daud” (ay.34). Yonatan memperingatkan Daud tentang rencana ayahnya dan menyuruhnya pergi (ay.41-42). Daud menyadari betapa Yonatan adalah seorang sahabat yang baik baginya. Alkitab mengatakan bahwa keduanya menangis, “kesedihan Daud lebih besar daripada kesedihan Yonatan” (ay.41 BIS). Jiwa mereka telah “berpadu”.
Apakah Anda memiliki sahabat-sahabat Kristen yang dapat Anda andalkan di masa krisis? Apakah Anda telah menjadi “sahabat di pukul 2 pagi” bagi teman-teman Anda? —AMC
Aku bersyukur untuk Engkau, sahabat baikku,
Persahabatan kita adalah suatu hal yang langka;
Sungguh aku juga rindu menjadi penolongmu
Sebagaimana Engkau telah menolongku. —Clark
Seorang sahabat sejati senantiasa ada bersama kita di tengah masa-masa sulit.
di ambil dari www.warungsatekamu.org
WISATA arek2 YOUTH
22 Juni 2011
There are some adventure from our IMAGE and some refreshing for our friend....
to increase our happiness, knowledge about new area, and more education for our young generation at this time.
CHURCH must be more concern about something for our new generation. We must realize that the new generation is need us (CHURCH) to help they to know THE world, not just the teory of Church, but we must help them to know how to ENJOY and SURVIVE in this world.
well that is I think.. ^^ (Stevan)
hahahahahahaha
nah karena capek ngomong b. inggris, so langsung aja, ni some cuplikan dari acara BNS kita beberapa hari yang lalu...hihihihihihihihihihihih.
pak ketua dan bu ketua.. hahahahahhahaha



hehehhehe
PEACE... ^^
Shalom.......... ^^
Klik gambar ini u/ Download MP3 rohani terbaru ^_^
Klik gambar ini u/ Download software & game terbaru ^_^
Semoga memberkati teman-teman dan adek2 q skalian....hahaahahaha
GBU
/\ /\
Yo2.. lama tak jumpe..Kembali lagi saya bertemu dengan anda. hahahahaha -_-
kali ini saya mempunyai artikel yang sudah tak asing di telinga kita semua, yakni tentang arti gereja. Dan tak tanggung-tanggung penulis artikel ini adalah saudara kita dan teman baik saya yang dari bandung...Pasti udah tau semua...hahahha...
Ok let's check this out!
Gereja bukanlah sebu
ah sebutan tempat pertemuan belaka, tetapi jika dipahami maka sesungguhnya gereja memiliki hakikat, yaitu:1. Gereja bersifat kudus yang berarti umat Allah yang memiliki status dibenarkan oleh Allah dan dikuduskan di dalam Kristus (1 Pet 2:9)
2. Gereja bersifat Am (universal) yang artinya kesatuan anggota orang-orang percaya di dalam Yesus.
Adapun pola kepemimpinan gereja pada zaman rasul-rasul dahulu ialah Yesus sebagai Batu Penjuru dan rasul sebagai dasar dari jemaat. Sedangkan pola kepemimpinan pada zaman sekarang adalah Yesus sebagai Batu Penjuru dan Alkitab sebagai dasar untuk jemaat.
Dasar dasar berdirinya gereja adalah sesuai dengan Amanat Agung Tuhan Yesus (Mat 28:19-20), yaitu:
1. Penjangkauan (Pergilah)
2. Sosial/komunitas (Baptis)
3. Pembimbingan (Ajarlah)
Proses ini terjadi secara berulang-ulang sehingga Amanat Agung Tuhan Yesus ini tidak berhenti begitu saja. Dengan adanya proses ini maka gereja akan semakin berkembang dan semakin banyak pula orang yang akan terselamatkan.
Dari beberapa pengertian diatas sudah jelas bahwa tugas dan tanggung jawab gereja adalah mengenalkan Yesus kepada masyarakat, yaitu dengan cara sikap hidup/kepribadian para anggotanya yang mencerminkan hidup Yesus dalam setiap tindakan-tindakan mereka. Akan tetapi yang menjadi masalah di dalam gereja biasanya ialah gereja sebagai hakim yang seakan-akan menolak orang berdosa yang mencari Yesus karena keinginannya bertobat. Seringkali gereja beranggapan bahwa gereja hanya untuk orang yang tidak berdosa atau orang benar saja. Padahal tidak seorangpun dari manusia itu benar (Rm 3:10). Jadi, karya penyelamatan Allah melalui Yesus akan terhenti sia-sia dikarenakan gereja dan anggotanya tidak mempunyai pengertian yang benar tentang tanggung jawab dan tugasnya di tengah-tengah dunia ini.
Menurut saya, peran gereja itu sangatlah penting bagi mereka yang memerlukan bimbingan untuk menuju pertobatan, bukan malah menolak dan bahkan menghakimi mereka karena kita tah bahwa mereka berdosa. Hendaknya gereja menjadi penyalur kasih karunia Allah dan memerima semua lapisan orang dengan berbagai latar belakang yang berbeda.
Semoga tulisan ini memberkati kita semua, Amien.
By : Christian ^.^
Spirit all!
